Kuliah Pakar Bahas Integrasi Sistem Kontrol dan Material Energi Ramah Lingkungan Menuju Industri Hijau 5.0

FiNews-Pekanbaru Program Studi Teknik (sesuaikan: Elektro/Mesin/Industri/Fisika) menyelenggarakan Kuliah Pakar bertema “Integrasi Sistem Kontrol Industri dan Material Penyimpanan Energi Ramah Lingkungan untuk Mewujudkan Industri Hijau 5.0”. Acara ini menghadirkan narasumber ahli yang telah berpengalaman dalam bidang industrial automation, teknologi energi hijau, serta pengembangan material penyimpanan energi.

Kegiatan ini dilaksanakan pada selasa, 24 juni 2025 bertempat di Aula Kampus Utama UMRI. Acara ini dihadiri oleh seluruh dosen, dan mahasiswa Fisika Universitas Muhammadiah Riau, serta tim Kuliah Pakar.

Gambar 1. Jadwal kegiatan kuliah pakar 

Kuliah pakar ini diadakan sebagai upaya memperkuat pemahaman mahasiswa mengenai tren teknologi industri masa depan yang menuntut efisiensi, keberlanjutan, dan integrasi energi bersih dalam proses manufaktur.

Dalam pemaparan materi, narasumber menjelaskan bahwa konsep Industri Hijau 5.0 tidak hanya menekankan digitalisasi dan otomatisasi, tetapi juga mendorong penggunaan sumber energi yang lebih ramah lingkungan.

Gambar 2. Narasumber menjelaskan bahwa konsep Industri Hijau 5.0 

“Integrasi sistem kontrol modern dengan teknologi penyimpanan energi hijau seperti baterai berbasis material ekologis merupakan kunci menuju industri yang efisien sekaligus berkelanjutan,” ungkapnya dalam sesi wawancara.

Beliau juga menekankan bahwa perkembangan energi berkelanjutan menuntut pembaruan pada sistem kontrol industri, terutama dalam hal efficiency optimization, manajemen beban, dan keamanan energi.

“Tantangannya ada pada sinkronisasi antara perangkat kontrol lama dengan teknologi material baru. Di sinilah inovasi mahasiswa dan peneliti sangat dibutuhkan,” tambahnya.

Sejumlah mahasiswa mengaku mendapatkan wawasan baru dari kegiatan tersebut. Salah satu peserta, mengatakan bahwa kuliah ini membuka pemahaman baru tentang peran teknologi kontrol dalam sistem energi hijau.

Gambar 3. Mahasiswa menyampaikan wawasan tenteng Industri Hijau 5.0

“Kami jadi paham bahwa energi terbarukan tidak bisa berdiri sendiri. Diperlukan sistem kontrol pintar agar energi dapat diolah dan disimpan dengan efisien,” ujarnya.

Berdasarkan riset kecil yang dilakukan panitia, mayoritas peserta menilai kegiatan ini sangat relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Lebih dari 85% mahasiswa merasa materi yang disampaikan memperkuat kesiapan mereka dalam menghadapi transformasi industri menuju era 5.0.

Ganmbar 4. Lebih dari 85% mahasiswa bertransformasi industri menuju era 5.0.

Koordinator program berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan sehingga mahasiswa mendapatkan perspektif langsung dari pakar, sekaligus mendorong lahirnya ide penelitian terkait teknologi energi ramah lingkungan dan sistem kontrol modern.

Dengan terselenggaranya kuliah pakar ini, diharapkan muncul kolaborasi baru antara kampus, industri, dan peneliti untuk mendorong inovasi teknologi yang mendukung transisi menuju Industri Hijau 5.0 yang berkelanjutan.

Kuliah Pakar Bahas Integrasi Sistem Kontrol dan Material Energi Ramah Lingkungan Menuju Industri Hijau 5.0
Scroll to top